Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah melihat qalbu para hamba, lalu Allah pun mendapati qalbu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai qalbu terbaik yang dimiliki oleh hamba. Maka Dia pun memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya sebagai Rasul. Kemudian Allah melihat qalbu para hamba setelah qalbu Nabi Muhammad, lalu Dia mendapat qalbu para shahabat adalah qalbu terbaik yang dimiliki oleh hamba. Allah pun menjadikan mereka sebagai pembantu bagi Nabi-Nya, mereka berperang di atas agama-Nya. Maka apa yang dianggap oleh para shahabat sebagai hal yang baik, maka itu adalah kebaikan di sisi Allah. Dan apa yang mereka anggap buruk, maka itu adalah keburukan di sisi Allah.” [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah]